MPA Bantah Boikot Film Hollywood ke Indonesia

Posted: May 18, 2011 in News

(Personal note : This article, though old, is still important. Since it clearly state that the MPA has never boycotted anything.)

By Eko Siswono Toyudho / TEMPO | February 23rd 2011

(MPA) membantah laporan bahwa pihaknya menolak mendistribusikan film-film produksi Hollywood ke Indonesia menyusul kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang menerapkan bea masuk atas hak distribusi film impor.

Mike Ellis, Presiden dan Direktur Pelaksana Motion Picture Association (MPA) Asia Pasifik, mengatakan bahwa tidak ada keputusan komersial bersama dibahas atau dilakukan terkait hal itu.

“Keputusan mengenai rilis film di setiap pasar di seluruh dunia selalu ditentukan secara individual oleh masing-masing anggota studio dari MPA berdasarkan pertimbangan bisnis masing-masing dan sebagai respons terhadap kondisi pasar saat ini, termasuk bea impor yang berlaku,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Tempo, hari ini (23/2).

Anggota MPA meliputi Paramount Pictures Corporation, Sony Pictures Entertainment Inc., Twentieth Century Fox Film Corporation, Universal City Studios LLLP, Walt Disney Studios Motion Pictures, dan Warner Bros. Entertainment Inc. “MPA tidak terlibat atau bertanggung jawab atas distribusi film perusahaan anggotanya,” tambahnya.

Secara historis, kata Mike, Indonesia telah mengikuti praktek yang diterima secara internasional dengan mengenakan bea impor berdasarkan media pembawa dengan rate per meter cetakan film. Praktek ini telah diadopsi oleh pasar film utama di seluruh dunia.

Peraturan terbaru, katanya, menjelaskan bahwa bea masuk dan pajak terkait sebagai gantinya didasarkan terhadap royalti kepada distributor di luar negeri yang akan dilaksanakan oleh otoritas Bea Cukai.

Hal tersebut telah termasuk dalam pajak hiburan (box office) dan penghasilan. “Peraturan ini memiliki dampak merugikan yang signifikan terhadap biaya membawa film ke Indonesia dan telah menyebabkan ketidakpastian pasar yang besar,” ujar Mike.

Mike mengatakan MPA dan perusahaan anggotanya telah membahas dengan pejabat Pemerintah Indonesia selama tiga bulan terakhir mengenai hal ini. “Diskusi ini tetap berlangsung dan kami berharap hasil yang positif,” ujarnya.

Sebelumnya Juru Bicara 21 Cineplex sekaligus Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, Noorca M Massardi, mengatakan Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi) memutuskan untuk tidak akan mengimpor film-film dari luar Indonesia. Sementara, MPAA menolak mendistribusikan film-film produksi Hollywood ke Indonesia.

Noorca mengatakan keputusan untuk tidak menayangkan film-film impor berlaku sampai ketentuan soal bea masuk atas hak distribusi film dicabut. Langkah boikot itu menyusul kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai menerapkan bea masuk atas hak distribusi sejak Januari 2011.

The original article can be found here : http://www.tempointeraktif.com/hg/film/2011/02/23/brk,20110223-315477,id.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s